Aku hanya mati
Tertembak peluru dari selongsong kasar laki-laki kotor
Terhujam panah racun opini wanita berkerudung murah
Terinjak mulut manusia berlumuran nanah
Setelah rusak aku diarak ke tiang salib Tuhan
Dipecut hingga tak bersisa kulit dirasa
Yang tersisa hanya nyawa dan bau anyir di penjuru kota
Yang sakit bukan mati,
Tapi bagaimana Tuhan mematikan Aku
Aku mimpi buruk bagi Tuhan
Periang yang mengotori baju mainnya
Membutakan mata demi tak melihat kebohongan
Menulikan telinga demi tak mendengar kebodohan
Seperti taman hiburan yang dibakar kemarahan
Seperti hujan yang tak berpelangi terang
Seperti aku yang hanya mati tak berperasaan
Comments
Post a Comment